Newest Post

Kesehatan mental

| Jumat, 06 Maret 2015
Baca selengkapnya »


A.    INDIVIDU YANG SEHAT MENTAL
Pribadi yang normal/ bermental sehat adalah pribadi yang menampilkan tingkah laku yang adekuat & bisa diterima masyarakat pada umumnya, sikap hidupnya sesuai norma & pola kelompok masyarakat, sehingga ada relasi interpersonal & intersosial yang memuaskan (Kartono, 1989). Sedangkan menurut Karl Menninger, individu yang sehat mentalnya adalah mereka yang memiliki kemampuan untuk menahan diri, menunjukkan kecerdasan, berperilaku dengan menenggang perasaan orang lain, serta memiliki sikap hidup yang bahagia. Saat ini, individu yang sehat mental dapat dapat didefinisikan dalam dua sisi, secara negative dengan absennya gangguan mental dan secara positif yaitu ketika hadirnya karakteristik individu sehat mental. Adapun karakteristik individu sehat mental mengacu pada kondisi atau sifat-sifat positif, seperti: kesejahteraan psikologis (psychological well-being) yang positif, karakter yang kuat serta sifat-sifat baik/ kebajikan (virtues) (Lowenthal, 2006).

B.     KONSEP SEHAT
Konsep Sehat Berdasarkan :
1.      Dimensi Emosi
Orang yang sehat secara emosi dapat terlihat dari kestabilan dan kemampuannya mengontrol dan mengekspresikan perasaan (marah, sedih atau senang) secara tidak berlebihan. Mampu mendidiplikan diri.

2.      Dimensi Intelektual
Dikatakan sehat  secara intelektual yaitu jika seseorang memiliki kecerdasan dalam kategori yang baik mampu melihat realitas. Memilki nalar yang baik dalam memecahkan masalah atau mengambil keputusan

3.      Dimensi Sosial
Sehat secara sosial dapat dikatakan mereka yang bisa berinteraksi dan berhubungan baik dengan sekitarnya.mampu untuk bekerja sama

4.      Dimensi Fisik
Dikatakan sehat bila secara fisiologis (fisik) terlihat normal tidak cacat, tidak mudah sakit, tidak kekurangan sesuatu apapun

5.      Dimensi spiritual
adalah mereka yang memiliki suatu kondisi ketenangan jiwa dengan id mereka Secara rohani dianggap sehat karena pikirannya jernih tidak melakukan atau bertindak hal-hal yang diluar batas kewajaran sehingga bisa berpikir rasional


C.    SEJARAH PERKEMBANGAN KESEHATAN MENTAL

1.      Zaman Prasejarah
Manusia purba sering mengalami gangguan mental atau fisik, seperti infeksi, artritis, dll.

2.      Zaman peradaban awal
Phytagoras (orang yang pertama memberi penjelasan alamiah terhadap penyakit mental) Hypocrates (Ia berpendapat penyakit atau gangguan otak adalah penyebab penyakit mental). Plato (gangguan mental sebagian gangguan moral, gangguan fisik dan sebagiaan lagi dari dewa dewa)

3.      Zaman Renaissesus
Pada zaman ini di beberapa negara Eropa, para tokoh keagamaan, ilmu kedokteran dan filsafat mulai menyangkal anggapan bahwa pasien sakit mental tenggelam dalam dunia tahayul.

4.      Zaman Pra Ilmiah
a.       Animisme
Sejak zaman dulu gangguan mental telah muncul dalam konsep primitif, yaitu kepercayaan terhadap faham animisme bahwa dunia ini diawasi atau dikuasai oleh roh-roh atau dewa-dewa. Orang Yunani kuno percaya bahwa orang mengalami gangguan mental, karena dewa marah kepadanya dan membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari kemarahannya, maka mereka mengadakan perjamuan pesta (sesaji) dengan mantra dan kurban.

b.      Naturalisme
Suatu aliran yang berpendapat bahwa gangguan mental dan fisik itu akibat dari alam. Hipocrates (460-367) menolak pengaruh roh, dewa, setan atau hantu sebagai penyebab sakit. Dia mengatakan, Jika anda memotong batok kepala, maka anda akan menemukan otak yang basah, dan mencium bau amis. Tapi anda tidak akan melihat roh, dewa, atau hantu yang melukai badan anda. Seorang dokter Perancis, Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filsafat politik dan sosial yang baru untuk memecahkan problem penyakit mental. Dia terpilih menjadi kepala Rumah Sakit Bicetre di Paris. Di rumah sakit ini, pasiennya dirantai, diikat ketembok dan tempat tidur. Para pasien yang telah di rantai selama 20 tahun atau lebih, dan mereka dianggap sangat berbahaya dibawa jalan-jalan di sekitar rumah sakit. Akhirnya, diantara mereka banyak yang berhasil, mereka tidak lagi menunjukkan kecenderungan untuk melukai atau merusak dirinya.

5.      Zaman Modern
Perubahan luar biasa dalam sikap dan cara pengobatan gangguan mental terjadi pada saat berkembangnya psikologi abnormal dan psikiatri di Amerika pada tahun 1783. Ketika itu Benyamin Rush (1745-1813) menjadi anggota staf medis di rumah sakit Pensylvania. Di rumah sakit ini ada 24 pasien yang dianggap sebagai lunatics (orang gila atau sakit ingatan). Pada waktu itu sedikit sekali pengetahuan tentang penyebab dan cara menyembuhkan penyakit tersebut. Akibatnya pasien-pasien dikurung dalam ruang tertutup, dan mereka sekali-kali diguyur dengan air.

Rush melakukan suatu usaha yang sangat berguna untuk memahami orang-orang yang menderita gangguan mental tersebut melalui penulisan artikel-artikel. Secara berkesinambungan, Rush mengadakan pengobatan kepada pasien dengan memberikan dorongan (motivasi) untuk mau bekerja, rekreasi, dan mencari kesenangan.
Pada tahun 1909, gerakan mental Hygiene secara formal mulai muncul. Perkembangan gerakan mental hygiene ini tidak lepas dari jasa Clifford Whitting Beers (1876-1943) bahkan karena jasanya itu ia dinobatkan sebagai The Founder of the Mental Hygiene Movement. Dia terkenal karena pengalamannya yang luas dalam bidang pencegahan dan pengobatan gangguan mental dengan cara yang sangat manusiawi.
Pada tahun 1950, organisasi mental hygiene terus bertambah, yaitu dengan berdirinya National Association for Mental Health. Gerakan mental hygiene ini terus berkembang sehingga pada tahun 1975 di Amerika terdapat lebih dari seribu perkumpulan kesehatan mental. Di belahan dunia lainnya, gerakan ini dikembangkan melalui The World Federation forMental Health dan The World Health Organization.


D.    PENDEKATAN KESEHATAN MENTAL
1.      Orientasi Klasik
Orientasi klasik yang umumnya digunakan dalam kedokteran termasuk psikiatri mengartikan sehat sebagai kondisi tanpa keluhan, baik fisik maupun mental. Orang yang sehat adalah orang yang tidak mempunyai keluhan tentang keadaan fisik dan mentalnya. Sehat fisik artinya tidak ada keluhan fisik. Sedang sehat mental artinya tidak ada keluhan mental. Dalam ranah psikologi, pengertian sehat seperti ini banyak menimbulkan masalah ketika kita berurusan dengan orang-orang yang mengalami gangguan jiwa yang gejalanya adalah kehilangan kontak dengan realitas. Orang-orang seperti itu tidak merasa ada keluhan dengan dirinya meski hilang kesadaran dan tak mampu mengurus dirinya secara layak. Pengertian sehat mental dari orientasi klasik kurang memadai untuk digunakan dalam konteks psikologi. Mengatasi kekurangan itu dikembangkan pengertian baru dari kata ‘sehat’. Sehat atau tidaknya seseorang secara mental belakangan ini lebih ditentukan oleh kemampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Orang yang memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungannya dapat digolongkan sehat mental. Sebaliknya orang yang tidak dapat menyesuaikan diri digolongkan sebagai tidak sehat mental.

2.      Penyesuain Diri
Dengan menggunakan orientasi penyesuaian diri, pengertian sehat mental tidak dapat dilepaskan dari konteks lingkungan tempat individu hidup. Oleh karena kaitannya dengan standar norma lingkungan terutama norma sosial dan budaya, kita tidak dapat menentukan sehat atau tidaknya mental seseorang dari kondisi kejiwaannya semata. Ukuran sehat mental didasarkan juga pada hubungan antara individu dengan lingkungannya. Seseorang yang dalam masyarakat tertentu digolongkan tidak sehat atau sakit mental bisa jadi dianggap sangat sehat mental dalam masyarakat lain. Artinya batasan sehat atau sakit mental bukan sesuatu yang absolut. Berkaitan dengan relativitas batasan sehat mental, ada gejala lain yang juga perlu dipertimbangkan. Kita sering melihat seseorang yang menampilkan perilaku yang diterima oleh lingkungan pada satu waktu dan menampilkan perilaku yang bertentangan dengan norma lingkungan di waktu lain. Misalnya ia melakukan agresi yang berakibat kerugian fisik pada orang lain pada saat suasana hatinya tidak enak tetapi sangat dermawan pada saat suasana hatinya sedang enak. Dapat dikatakan bahwa orang itu sehat mental pada waktu tertentu dan tidak sehat mental pada waktu lain. Lalu secara keseluruhan bagaimana kita menilainya? Sehatkah mentalnya? Atau sakit? Orang itu tidak dapat dinilai sebagai sehat mental dan tidak sehat mental sekaligus.

3.      Pengembangan Potensi
Seseorang dikatakan mencapai taraf kesehatan jiwa, bila ia mendapat  kesempatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju kedewasaan, ia bisa dihargai oleh orang lain dan dirinya sendiri. Dalam psiko-terapi (Perawatan Jiwa) ternyata yang menjadi pengendali utama dalam setiap tindakan dan perbuatan seseorang bukanlah akal pikiran semata-mata, akan tetapi yang lebih penting dan kadang-kadang sangat menentukan adalah perasaan. Telah terbukti bahwa tidak selamanya perasaan tunduk kepada pikiran, bahkan sering terjadi sebaliknya, pikiran tunduk kepada perasaan. Dapat dikatakan bahwa keharmonisan antara pikiran dan perasaanlah yang membuat tindakan seseorang tampak matang dan wajar. Sehingga dapat dikatakan bahwa tujuan Hygiene mental atau kesehatan mental adalah mencegah timbulnya gangguan mental dan gangguan emosi, mengurangi atau menyembuhkan penyakit jiwa serta memajukan jiwa. Menjaga hubungan sosial akan dapat mewujudkan tercapainya tujuan masyarakat membawa kepada tercapainya tujuan-tujuan perseorangan sekaligus. Kita tidak dapat menganggap bahwa kesehatan mental hanya sekedar usaha untuk mencapai kebahagiaan masyarakat, karena kebahagiaan masyarakat itu tidak akan menimbulkan kebahagiaan dan kemampuan individu secara otomatis, kecuali jika kita masukkan dalam pertimbangan kita, kurang bahagia dan kurang menyentuh aspek individu, dengan sendirinya akan mengurangi kebahagiaan dan kemampuan sosial.

Referensi :

Lindzey, gardner.1993.Teori – Teori Psikodinamik.Yogyakarta: Penerbit Kanisius
Schultz, Duane.1991.Psikologi Pertumbuhan.Yogyakarta: Penerbit Kanisius
Kartika. 2102. Kesehatan Mental. Semarang: UPT UNDIP Press Semarang

Kesehatan mental

Posted by : Unknown
Date :Jumat, 06 Maret 2015
With 0komentar

Psikoterapi secara langsung dan tidakangsung

| Rabu, 07 Januari 2015
Baca selengkapnya »


LAYANAN KONSELING MELALUI INTERNET

Internet
Pelayanan konseling melalui fasilitas internet sudah dikenal dengan nama e-counseling ( email counseling ).
Berikut ini adalah contoh proses konseling via internet :
1)      Email therapy
Email counseling merupakan proses terapeutik yang didalamnya terdapat kegiatan menulis selain ada kegiatan pertemuan secara langsung dengan konselor.  Karena, esensi e-counseling terletak pada menulis. Respon atau bantuan yang diberikan konselor bergantung pada informasi yang diberikan.  Konseli pun tidak perlu mengirimkan seluruh cerita mengenai masalah yang dihadapi, cukup dengan memilih informasi yang dirasakan pada satu situasi yang merupakan masalah.
E-mail merupakan cara paling baru dibandingkan dengan cara-cara yang lain untuk berkomunikasi secara cepat dan efektif melalui internet. Hal ini  tidak bermaksud untuk menggantikan konseling tatap muka ( face to face ), tetapi dapat  menjadi salah satu cara dalam membantu konseli untuk memecahkan masalahnya meskipun dalam keadaan jauh dalam hal tanpa bertemu langsung dengan konselor.
Email counseling merupakan satu cara untuk berkomunikasi antara konseli dengan konselor yang didalamnya dibahas mengenai masalah-masalah yang dihadapi koseli, misalnya masalah-masalah yang berkaitan dengan perkembangan kepribadian dan kehidupan konseli melalui surat atau tulisan pada internet.  Selain e-mail juga bisa dalam bentuk chatting dimana konselor secara langsung berkomunikasi dengan klien pada waktu yang sama melalui internet.
b)      cyber Counseling
Cyber counseling atau konseling maya merupakan penerapan teknologi ”jalan raya informasi” dengan memanfaatkan jasa teknologi itu seoptimal mungkin dengan tetap menjaga karakteristik konseling. Dengan demikian proses layanan bimbingan dan konseling dapat berlangsung lebih efektif dan efisian sejalan dengan tuntutan teknologi informasi dan komunikasi. Jalan raya informasi telah berkembang sedemikian rupa sehingga tidak lagi berupa sesuatu yang asing dan mahal akan tetapi merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Kini jasa internet dengan segala fitur-fiturnya telah sedemikian memasyarakat dan dirasakan cukup murah untuk dapat diterapkan. Hal yang harus diwaspadai adalah terkait dengan keamanan data, dampak-dampak negatif, penyediaan perlengkapan, dsb. 

konseling dapat dilakukan dalam ruang maya yang tidak memerlukan interaksi tatap muka, melainkan dengan menggunakan jaringan teknologi informasi dan komunikasi. Dalam implementasi cyber counseling dapat dilaksanakan melalui kegiatan antara lain:
1.      Marketing layanan konseling, yaitu sosialisasi layanan konseling maya kepada berbagai pihak dengan tujuan agar model konseling maya ini dapat diketahui secara meluas oleh publik. Caranya dapat melalui iklan, melalui internet, brosur, atau cara-cara lainnya.
2.      Penyampaian layanan konseling, yaitu kegiatan layanan proses dan penilaian konseling dengan menggunakan internet dalam berbagai lingkup layanan konseling seperti karir, pendidikan, pribadi, sosial, keluarga, dsb. Layanan konseling dapat berupa penyampaian informasi, pengumpulan data, penyelesaian berbagai masalah, dsb.
3.      Penyediaan  materi ”self-help”, yaitu berupa seperangkat materi yang dapat memberikan layanan sedemikian rupa sehingga klien dapat bertindak secara mandiri dengan dipandu oleh petunjuk dalam materi ”self-help”. Dalam kegiatan ini klien tinggal mengikuti petunjuk yang telah dikembangkan dan tersedia dalam internet.
4.      Supervisi dan riset, yaitu kegiatan untuk memberikan supervisi kepada konselor yang menggunakan internet untuk mengevaluasi langkah yang telah ditempuh serta pengembangan selanjutnya. Demikian pula cyber konseling dapat dilaksanakan dengan maksud mengadakan riset yang terkait dengan efektivitas kegiatan konseling dan pengembangan selanjutnya.
   Dalam implementasi cyber counseling beberapa masalah yang mungkin timbul dan harus diwaspadai secara cermat antara lain:
a.    Isu-isu etika, yaitu hal-hal yang terkait dengan kode etik konseling yang harus ditaati oleh konselor maupun pihak lainnya. Hal-hal yang terkait dengan isu etika antara lain menyangkut: (a) keharasiaan; (b) Validitas data ; (c) penyalah-gunaan komputer oleh konselor; (d) kekurang-pahaman konselor tentang lokasi dan lingkungan klien; (e) keseimbangan akses terhadap internet dan jalan raya informasi, (f) kepedulian terhadap privacy (kerahasiaan pribadi); (g) kredibilitas konselor.
b.    Isu-isu pengembangan hubungan konseling, yaitu isu yang terkait dengan hubungan antara konselor dengan klien secara tatap muka sebagai tindak lanjut dari konseling yang dilakukan melalui internet. Ada kalanya klien atau konselor merasa perlu adanya pertemuan tatap muka sebagai tindak lanjut dari interaksi melalui internet. Hal itu dapat dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan konselor dan klien atau dapat diatur secara khusus.
Sehubungan dengan masalah sebagaimana dikemukakan di atas, konseling melalui internet dalam segala macam fiturnya, kurang tepat dilaksanakan dalam hal:
1.    Klien yang mengemukakan hal-hal yang bersifat sangat rahasia secara pribadi.
2.    Klien yang diidentifikasi mengalami kesulitan dalam kepercayaan hubungan.
3.    Konselor yang tidak memiliki kompetensi untuk melaksanakan layanan konseling maya.
4.    Tidak tersedia konselor yang memiliki kompetensi untuk layanan tatap muka.
   Penyampaian layanan konseling dengan menggunakan jaringan jalan raya informasi (cyber counseling) memberikan manfaat dalam hal :
1.    Memberikan peluang klien untuk mengakses layanan dari lokasi terpencil
2.    Memperbaiki orientasi klien terhadap konseling.
3.    Membantu dalam melaksanakan penilaian dan tugas-tugas,
4.    Memperluas data dalam dokumen.
5.    Memberikan layanan alih tangan (referal).
6.    Memperluas akses untuk penilaian dan penafsiran hasil test.
7.    Mengurangi kesulitan penjadwalan.
8.    Mendorong individu untuk menggunakan materi ”self-help”.
9.    Meningkatkan peluang untuk supervisi dan konferensi kasus.
10.     Menunjang pengumpulan data penelitian.

Agar cyber counseling dapat terlaksana secara efektif, harus dikembangkan dengan cermat terutama dalam disain, perencanaan, pelaksanaan, sumber pendukung, dan evaluasi. Cyber counseling yang tidak dikembangkan secara cermat, maka kemungkinan akan timbul hal-hal : (1) membatasi kerahasiaan hubungan konseling, (2) menyampaikan informasi yang tidak tepat, (3) kurang memberikan intervensi yang sebenarnya diperlukan, (4) dilaksanakan oleh konselor yang tidak berkewenangan, (5) keterbatasan konselor dalam pemahaman lokasi dan lingkungan klien, (6) keterbatasan keseimbangan akses terhadap sumber-sumber konseling, (7) keterbatasan dalam kerahasiaan yang diperlukan, (8) mendorong adanya penyampaian materi dari konselor yang tidak berwenang. 

c)      e-counseling
Sedangkan online adalah dimaknai dalam jaringan atau keadaan saat sesuatu terhubung ke dalam suatu jaringan atau sistem internet  atau ethernet. Jadi istilah konseling online dapat dimaknai secara sederhana yaitu proses konseling yang dilakukan dengan alat bantu jaringan sebagai penghubung antara guru bk atau konselor dengan kliennya.
Syarat-syarat konselor dalam konseling online dan konseling biasa atau face to face tidak jauh berbeda sebagai berikut:
a.    Konselor harus mempunyai wawasan yang luas
b.    Konselor harus menguasai dan memahami teknologi yang digunakan sekarang ini. Maksudnya seorang konselor itu mampu menguasai teknologi yaitu konselor mengerti dan mampu menggunakan teknologi dengan baik untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang fatal dalam proses konseling tersebut.
c.    Latar belakang pendidikannya harus dari bimbingan dan konseling dan minimal tamatan strata satu yang memiliki ilmu bimbingan dan konseling dan harus memiliki ilmu-ilmu tentang mamusia dengan berbagai macam problematikanya,kalau konselornya tidak berlatar belakang bimbingan dan konseling di khawatirkan dia tidak memahami masalah yang dihadapi oleh siswa/siswi di sekolah dan kurang menguasai cara mengatasi masalah klien secara efektif.

d.   Kepribadian konselor
Seorang konselor harus mempunyai sifat yang baik ikhlas,jujur,objektif,simpatik dan empati serta senantiasa menjunjung tinggi kode etik profesi. Sedangkan sikapnya,ramah tamah,sopan santun,harus mampu merespon,memahami,dan mendengarkan klien dengan baik selain itu konselor harus mempunyai penampilan yang menarik,gaya bicara yang jelas dan tidak mengandung unsur-unsur penghinaan terhadap klien
e.    Konselor mampu memahami karakteristik klien
Seorang konselor harus mampu mengetahui dan memahami karakteristik klien walaupun dalam konseling online hal ini  sangat diperlukan juga karena akan membantu konselor dalam mengatasi permasalahan klien dengan baik dan efektif. 
f.     Konselor harus bisa memguasai semua teknik-teknik dalam konseling
Dalam konseling online, konselor juga harus tetap menguasai teknik-teknik yang ada di dalam konseling.


sumber: http://nellaoktarima.blogspot.com/2012/12/layanan-konseling-melalui-internet.html

Nama : Nur fadillah ami santika
Npm   :19513781
kelas   : 2pa06

Psikoterapi secara langsung dan tidakangsung

Posted by : Unknown
Date :Rabu, 07 Januari 2015
With 0komentar

Tes Psikologi Online

|
Baca selengkapnya »
 haloo, kali ini saya mau posting contoh tes IQ punya saya sendiri. Langsung aja ya, ini dia


Dari soal di atas saya menjawab pilihan ke 2



Dari soal di atas saya menjawab pilihan ke 1


Dari soal di atas saya menjawab pilihan ke 2

Dari soal di atas saya menjawab pilihan ke 3

Dari soal di atas saya menjawab pilihan ke 4

Dari soal di atas saya menjawab pilihan ke 4


Dari soal di atas saya menjawab pilihan ke 3


Dari soal di atas saya menjawab pilihan ke 3


Dari soal di atas saya menjawab pilihan ke 3

Dari soal di atas saya menjawab pilihan ke 1


Dari soal di atas saya menjawab pilihan ke 3


Dari soal di atas saya menjawab pilihan ke 2


Dari soal di atas saya menjawab pilihan ke 1


Dari soal di atas saya menjawab pilihan ke 1


Dari soal di atas saya menjawab pilihan ke 6


setelah selesai mengerjakan akan tampil seperti diatas


taraaaaaaa...hasil IQ saya 144


Nama    :Nurfadillah Ami santika
Npm      :19513781
Kelas     : 2PA06

Tes Psikologi Online

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

FENOMENA ADIKSI

| Rabu, 26 November 2014
Baca selengkapnya »
              PENGERTIAN ADIKSI

Pada awalnya pengertian addiction hanya ditunjukan pada kasus penyalahgunaan obat-obatan (eg. Walker 1989), seperti definisi yang diungkapkan oleh American Psychiatric Association’s diagnostic and Statistic Manual of Mental disorders yang menjelaskan addiction sebagai  suatu ketergantungan secara fisik terhadap zat kimia yang mengakibatkan withdrawal symptoms jika zat tersebut tidak dikonsumsi.
Kecanduan internet atau yang biasa kita sebut dengan Internet Addiction Disorder (IAD), menurut Stephen Juan, Ph.D. seorang antropolog di University of Sidney antara lain:
1. Selalu ingin menghabiskan lebih banyak waktu di internet sehingga akan menguras waktu efektif yang ada.
2. Jika tidak menggunakan internet, muncul gejala-gejala penarikan diri seperti kecemasan, gelisah, mudah tersinggung, bergetar, menggigil, gerakan mengetik tanpa sadar, obsesif, hingga berkhayal atau bermimpi mengenai Internet.
           
3. Jika terhubung dengan internet, gejala-gejala penarikan diri tersebut akan hilang ataupun berkurang.
4. Mengakses internet lebih lama dari yang di niatkan.
5. Cukup banyak porsi kegiatan yang digunakan untuk aktivitas terkait internet, termasuk e-mail, browsing, dan chatting.
6. Mengurangi kegiatan penting, baik dalam pekerjaan, belajar, sosial atau rekreasi, demi menggunakan internet.
           
7. Hubungan sosial, pekerjaan, atau pendidikan terancam terganggu karena penggunaan internet yang berlebihan.
8. Internet digunakan untuk melarikan diri dari perasaan bersalah, tak berdaya, kecemasan, atau depresi.
9. Menyembunyikan penggunaan internet dari keluarga atau teman.
Jenis-Jenis Internet addiction
Berikut ini adalah sub-sub tipe dari internet addiction menurut Kimberly S. Young, et. al. (2006):
a. Cybersexual Addiction,
Termasuk ke dalam cybersexual addiction antara lain adalah individu yang secara kompulsif mengunjungi website-website khusus orang dewasa, melihat hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas yang tersaji secara eksplisit, dan terlibat dalam pengunduhan dan distribusi gambar-gambar dan file-file khusus orang dewasa.
b. Cyber-Relationship Addiction
Cyber-relationship addiction mengacu pada individu yang senang mencari teman atau relasi secara online. Individu tersebut menjadi kecanduan untuk ikut dalam layanan chat room dan seringkali menjadi terlalu-terlibat dalam hubungan pertemanan online atau terikat dalam perselingkuhan virtual.
c. Net compulsions
Yang termasuk dalam sub tipe net compulsions misalnya perjudian online, belanja online, dan perdagangan online.
d. Information Overload
Information overload mengacu pada web surfing yang bersifat kompulsif.
           
e. Computer Addiction
Salah satu bentuk dari computer addiction adalah bermain game komputer yang bersifat obsesif.
 
 
CONTOH KASUS :

Tewas di Kamp Rehabilitasi Kecanduan Internet

 

Pada tahun 2008, Pemerintah China menambahkan satu kondisi yang dikategorikan sebagai penyakit mnetal: kecanduan internet. Menurut berbagai laporan dari media pemerintah, para pemuda China banyak yang menghabiskan terlalu banyak waktu mereka di warung internet, mengabaikan keluarga atau bahkan pekerjaan untuk bermain game online tak kenal waktu bahkan sampai lupa makan dan tidur, perilaku yang membahayakan kesehatan. Kekhawatiran atas kecanduan layar komputer telah menumbuhkan bisnis baru, sekolah atau kamp pelatihan bagi para remaja yang kadang dijalankan oleh mantan tentara dengan janji merehabilitasi para jiwa muda itu kembali ke kebiasaan baik.
Namun, penyelidikan akhir-akhir ini yang dikabarkan oleh surat kabar Beijing News dan The Mirror mengungkapkan kondisi tak menyenangkan terjadi di beberapa kamp pelatihan itu. Bahkan, tindak kekerasan yang terjadi diduga telah menyebabkan kematian setidaknya satu siswa di Sekolah Pelatihan Hidup Ide Baru Zhengzou Boqiang yang mempromosikan diri sebagai kamp rehabilitasi kecanduan internet di Provinsi Henan, pada 20 Mei lalu.
Seorang remaja putri berusia 19 tahun bernama Guo Ling Ling (kemungkinan nama samaran) diduga telah dipukul dan ditendang berulang kali oleh instrukturnya setelah dia lupa meminta izin untuk pergi ke toilet. Otopsi menunjukkan bahwa gadis itu meninggal akibat luka pada tengkorak dan kerusakan otak. Menurut penuturan temannya, gadis asal XinXiang di Henan itu dibanting berulang kali ke tanah sampai akhirnya beberapa jam kemudian dia muntah darah dan pingsan. Namun, para instruktur menganggapnya pura-pura sakit saja sampai akhirnya Ling Ling dilarikan ke rumah sakit.
Ketika ibunya datang ke sekolah itu untuk mengambil jenazah anaknya, para siswa memberikan secarik kertas kepada sang ibu yang berduka itu berisi catatan nama dan nomor kontak orang tua masing-masing agar dihubungi dan mengeluarkan mereka dari tempat itu. Salah satu metode pendidikan untuk mereformasi perilaku siswa di tempat itu adalah pelatihan berdasarkan rasa takut dan disiplin keras dengan tujuan untuk membatasi kontak dengan dunia luar. Polisi telah menahan lima orang. Otoritas pendidikan lokal baru saja membekukan izin Sekolah Pelatihan Hidup Ide Baru Zhengzou Boqiang serta melancarkan penyelidikan atas lembaga itu. Namun, situs sekolah itu masih ada, dipenuhi foto-foto para siswa dengan seragam militer melakukan pelatihan, menyapu jalanan untuk mendidik hidup disiplin, dan duduk di kelas mengikuti apa yang di situs itu sebut sebagai "pelajaran yang hebat."
 

SUMBER  : http://nadianesaputristuff.blogspot.com/2013/10/fenomena-adiksi-yang-terjadi-sebagai.html
http://m.businessweekindonesia.com/article/read/5353/tewas-di-kamp-rehabilitasi-kecanduan-internet

FENOMENA ADIKSI

Posted by : Unknown
Date :Rabu, 26 November 2014
With 0komentar

ANALISIS FENOMENA BULLYNG DI MEDIA SOSIAL

|
Baca selengkapnya »

Dibully Teman, Korban Pemerkosaan Bunuh Diri

 

Rehtaeh Parsons menjadi korban pemerkosaan empat pria saat masih berusia 15 tahun di rumah temannya, pada tahun 2011 lalu. Karena dibully temannya, Rehtaeh memutuskan mengakhiri hidupnya.

"Putriku yang berusia 17 tahun, Rehtaeh, mengakhiri hidupnya pada Minggu 7 April setelah sempat mencoba bunuh diri juga pada pekan lalu," kata ibu Rehtaeh, Leah Parsons, seperti yang dilansir dari News.com.au.

Foto-foto Rehtaeh saat diperkosa disebar di dunia maya oleh salah satu pelaku pemerkosa. Sejak itu, dirinya sering dibully oleh teman-temannya.

Aksi bullying semakin parah ketika Leah dan keluarga terpaksa pindah ke Hallifax dari rumah mereka di Cole Harbour.

"Setiap teks, setiap hal yang negatif, dia ketahui. Dia mencoba dan dia terus berusaha. Dia tidak pernah ditinggalkan sendirian. Namun teman-temannya berbalik melawan dia, orang melecehkannya, anak laki-laki yang tak dikenalnya mulai mengirim SMS dan pesan melalui facebook memintanya untuk berhubungan seks dengan mereka. Karena dia telah melakukan hubungan seks dengan teman-teman mereka. Itu tak pernah berhenti," tutur Leah.

Meninggalnya Rehtaeh membuat banyak orang bersimpati dan membuat akun Facebook
untuk mengenang Rehtaeh bernama RIP Rehtaeh Parsons. Akun tersebut berisi foto-foto Rehtaeh dan ratusan komentar yang menuntut para pemerkosa untuk segera dihukum.

"Rehtaeh meninggal hari ini karena 4 anak laki-laki yang berpikir bahwa memperkosa seorang gadis 15 tahun baik-baik saja, dan untuk mendistribusikan foto itu untuk merusak semangat dan reputasi merasa menyenangkan bagi mereka," ungkapan rasa kesal Leah dalam akun Facebook RIP Rehtaeh Parsons.
Analisis Kasus
dari kasus diatas saya menganalisis bahwa rehtaaeh sangat terbebani dengan kasus yang menimpa dirinya, dia menarik diri dari dunia sosial karena dipermalukan di dunia nyata dan maya. Seorang anak yang terkena kasus pemerkosaan yg harusnya mendapat support dari lingkungan dan teman temannya malah mendapat perlakuan yang sebaliknya, sehingga rehtaeh merasa sendirian hingga akhirnya dia memilih mengakhiri hidupnya.
motif para pelaku membully rehtaeh adalah karena pembully menganggap bahwa pelecehan sexual sanngat memalukan bagi korban


sumber : http://m.infospesial.net/25385/dibully-teman-korban-pemerkosaan-bunuh-diri/

ANALISIS FENOMENA BULLYNG DI MEDIA SOSIAL

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar
Next Prev
▲Top▲